MENCIT
SEBAGAI HEWAN COBA
Hewan
laboratorium atau hewan percobaan adalah hewan yang sengaja dipelihara dan
diternakkan untuk digunakan sebagai hewan model guna mempelajari dan
mengembangkan berbagai macam bidang ilmu dalam skala penelitian atau pengamatan
laboratorik.
Penggunaan hewan percobaan untuk penelitian banyak dilakukan di bidang fisiologi, farmakologi, biokimia, patologi, zoologi komparatif, dan ekologi dalam arti luas. Di bidang kedokteran, selain untuk penelitian, hewan percobaan juga sering digunakan untuk keperluan diagnostika. Sedangkan dalam bidang pendidikan dan psikologi, hewan laboratorium digunakan untuk pengamatan tingkah laku hewan dalam rangkaian pendidikan di tingkat dasar, menengah dan tinggi; khusunya bagi tingkat balita, hewan laboratorium digunakan untuk menguji tingkat kecerdasan anak.
Penggunaan hewan hidup sebagai hewan percobaan baik untuk penelitian maupun diagnostika senantiasa mengundang dua pendapat antara pro dan kontra. Kelompok yang pro jelas datang dari para ilmuwan pengguna hewan percobaan itu, sedangkan yang kontra adalah orang-orang yang termasuk penyayang binatang.
Penggunaan hewan percobaan untuk penelitian banyak dilakukan di bidang fisiologi, farmakologi, biokimia, patologi, zoologi komparatif, dan ekologi dalam arti luas. Di bidang kedokteran, selain untuk penelitian, hewan percobaan juga sering digunakan untuk keperluan diagnostika. Sedangkan dalam bidang pendidikan dan psikologi, hewan laboratorium digunakan untuk pengamatan tingkah laku hewan dalam rangkaian pendidikan di tingkat dasar, menengah dan tinggi; khusunya bagi tingkat balita, hewan laboratorium digunakan untuk menguji tingkat kecerdasan anak.
Penggunaan hewan hidup sebagai hewan percobaan baik untuk penelitian maupun diagnostika senantiasa mengundang dua pendapat antara pro dan kontra. Kelompok yang pro jelas datang dari para ilmuwan pengguna hewan percobaan itu, sedangkan yang kontra adalah orang-orang yang termasuk penyayang binatang.
Mencit (Mus musculus) adalah
anggota Muridae
(tikus-tikusan) yang berukuran kecil. Mencit mudah dijumpai di rumah-rumah dan
dikenal sebagai hewan pengganggu karena kebiasaannya menggigiti mebel dan barang-barang
kecil lainnya, serta bersarang di sudut-sudut lemari. Hewan ini diduga sebagai mamalia
terbanyak kedua di dunia, setelah manusia.
Mencit sangat mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang dibuat manusia,
bahkan jumlahnya yang hidup liar di hutan barangkali lebih sedikit daripada
yang tinggal di perkotaan. Tikus putih atau mencit adalah tikus rumah rumah
adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat. Berikut ini adalah
klasifikasi atau taksonomi dari mencit :
• Ciri-ciri mencit secara umum adalah :
• Tekstur
rambut Lembut dan halus
• Bentuk
hidung Kerucut terpotong
• Bentuk
badan Silindris agak Membesar kebelakang
• Warna
rambut putih, mata merah, ekor merah muda
• Dewasa berat badan: 25 – 40 g (betina);
20-40 g (jantan)
Mencit hidup dalam daerah yang luas
penyebarannya. Mulai dari daerah musim dingin, hingga daerah musim panas. Dan
dapat hidup terus menerus di dalam kandang, maupun hidup secara liar. Mencit
umumnya tinggal di dekat dengan manusia – di rumah-rumah, gudang, lumbung, dll
Mereka juga menduduki ladang yang ditanami, fencerows, dan bahkan daerah-daerah
berhutan, tapi mereka jarang menyimpang jauh dari bangunan. Beberapa individu
menghabiskan musim panas di ladang dan pindah ke lumbung dan rumah-rumah dengan
mulainya musim gugur cuaca dingin.
• Mencit
harus diberi makan pelleted komersial tikus atau hewan pengerat diet.
• Makanan
asupan sekitar 15g/100g BB / hari; asupan air sekitar 15 ml/100g BB / hari.
Pemanfaatan
Mencit
kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan. Namun, sebagian besar tikus
diperoleh dari peternak hewan laboratorium untuk digunakan dalam penelitian
biomedis, pengujian, dan pendidikan. Bahkan, 70% dari semua hewan yang
digunakan dalam kegiatan biomedis adalah mencit
Penanganan mencit sebagai hewan
coba
Untuk memegang mencit yang akan
diperlakukan (baik pemberian obat maupun pengambilan darah) maka diperlukan
cara-cara yang khusus sehingga mempermudah cara perlakuannya. Secara alamiah
mencit denderung menggigit bila mendapat sedikit perlakuan kasar. Pengambilan
mencit dari kandang dilakukan dengan mengambil ekornya kemudian mencit ditaruh
pada kawat kasa dan ekornya sedikit ditarik. Cubit kulit bagian belakang kepala
dan jepit ekornya
Penandaan mencit
Beberapa cara penandaan hewan lab
dilakukan untuk mengetahui
kelompok hewan yang diperlakukan berbeda dengan kelompok lain. Penandaan ini
dapat dilakukan secara permanen untuk penelitian jangka panjang (kronis),
sehingga tanda tersebut tidak mudah hilang. Yaitu : dengan ear tag (anting
bernomor), tatoo pada ekor, melubangi daun telinga dan elektronik transponder.
Kegunaan Mencit
Mencit dapat
digunakan sebagai hewan coba dalam penyakit yang disebabkan oleh
enterbacteriaceae, antraks, pasteurellosis, dan rabies, leptospirosis, kanker
DAFTAR
PUSTAKA
Baba, Muhajirin . 2011 . farmakologi "Peranan Hewan Coba". http://cora-ajhy.blogspot.com/2011/02/farmakologi-peranan-hewan-coba.html. diakses tanggal 7 Maret 2011
file:/// /Mencit.htm#Asal_dan_Habitat
http://www.geocities.ws/kuliah_farm/praktkum_farmakologi/hewan_coba.doc
0 komentar:
Posting Komentar