Struktur dan Sifat-Sifat Asam Amino
Asam amino adalah senyawa organik penyusun protein terdiri dari
gugus karboksil (-COOH) dan gugus amina( NH2) serta gugus -R yang membedakan
antara asam amino satu dan yang lainnya, mereka terikat pada satu karbon C(www.
Wikipedia.org, 2010). Secara umum struktur asam amino adalah satu atom C
mengikat empat gugus, gugus tersebut ialah gugus amina ( NH2), gugus
karboksi; (-COOH), atom hidrogen (H) dan satu gugus sisa atau residu (-R). Atom
pusat tersebut diberi nama Cα ("C-alfa") hal ini dikarenakan bersebelahan dengan gugus karboksil (asam),
dan penamaannya sesuia dengan senyawa yang bergugus karboksil yaitu atom C
berikatan langsung dengan gugus karboksil, oleh karena gugus amina juga terikat
pada atom Cα ("C-alfa") ini, maka senyawa tersebut dinamakan asam
α-amino( www.idonbiu.com, 2009). sifat-sifat asam amino secara umum ialah
sebagai berikut asam amino larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut
organik non polar seperti eter, aseton dan klorofom, asam amino mempunyai titik
lebur yang lebih tinggi dibandingkan asam karboksilat atau amina, bersifat
elektrolit. Asam amino bersifat ion zwiter atau bersifat amfoter yaitu dapat
bereaksi dengan asam maupun dengan basa( Michael purba, 2007)
Berdasarkan
rantai samping atau gugus – R asam amino dibedakan menjadi 20 macam. Jika gugus
berbeda maka jenis asam amino pun berbeda. Asam amino tersebut adalah
1. Alanin
Alanin
(Ala) atau asam 2-aminopropanoat merupakan salah satu asam amino bukan
esensial. Bentuk yang umum di alam adalah L-alanin (S-alanin) meskipun terdapat
pula bentuk D-alanin (R-alanin) pada dinding sel bakteri dan sejumlah
antibiotika. L-alanin merupakan asam amino proteinogenik yang paling banyak
dipakai dalam protein setelah leusin
Gugus
metil pada alanin sangat tidak reaktif sehingga jarang terlibat langsung dalam
fungsi protein (enzim). Alanin dapat berperan dalam pengenalan substrat atau
spesifisitas, khususnya dalam interaksi dengan atom nonreaktif seperti karbon.
2.
Glisin
Glisin atau asam aminoetanoat adalah
asam amino alami paling sederhana. Asam
amino ini bagi manusia bukan merupakan asam amino esensial karena tubuh manusia
dapat mencukupi kebutuhannya. Glisin merupakan asam amino yang mudah
menyesuaikan diri dengan berbagai situasi karena strukturnya sederhana. Secara
umum protein tidak banyak mengandung glisin Glisin merupakan asam amino
nonesensial bagi manusia. Glisin berperan dalam sistem saraf sebagai inhibitor
neurotransmiter pada sistem saraf pusat (CNS).
3. Valine
4.
Leusin
Leusin
Leusin merupakan asam amino yang paling umum dijumpai
pada protein. Ia mutlak diperlukan dalam perkembangan anak-anak dan dalam
kesetimbangan nitrogen bagi orang dewasa. Leusin tergolong asam amino esensial
bagi manusia.
5. Isoleusin
![]() |
Isoleusina adalah satu dari asam amino penyusun protein yang dikode oleh DNA. Rumus kimianya sama dengan leusinhidrofobik (tidak larut dalam air) dan esensial bagi manusia. tetapi susunan atom-atomnya berbeda.
6. Serine
Serin
merupakan asam amino penyusun protein yang umum ditemukan pada protein hewan.
Protein mamalia hanya memiliki L-serin. Serin bukan merupakan asam amino
esensial bagi manusia. Serin penting bagi metabolisme karena terlibat dalam
biosintesis senyawa-senyawa purin dan pirimidin, sistein, triptofan (pada
bakteria), dll .Sebagai penyusun enzim, serin sering memainkan peran penting
dalam fungsi katalisator enzim.
7. Treonin
Treonin
merupakan salah satu dari 20 asam amino penyusun protein. Bagi manusia,
treonina bersifat esensial. Tubuh manusia tidak memiliki enzim pembentuk
treonina namun manusia memerlukannya, sehingga treonina esensial (secara gizi)
bagi manusia.
8. Sistein
Sistein
merupakan asam amino bukan esensial bagi manusia yang memiliki atom S,
bersama-sama dengan metionin. Atom S ini terdapat pada gugus sulfihidril.
Karena memiliki atom S, sistein menjadi sumber utama dalam sintesis
senyawa-senyawa biologis lain yang mengandung belerang. Sistein dan metionin
pada protein juga berperan dalam menentukan konformasi protein karena adanya
ikatan hidrogen pada gugus sulfihidril
9. Metionin
Metionin,
bersama-sama dengan sistein, adalah asam amino yang memiliki atom S. Asam amino
ini penting dalam sintesis protein (dalam proses transkripsi, yang
menerjemahkan urutan basa nitrogen di DNA untuk membentuk RNA) karena kode untuk
metionin sama dengan kode awal (start) untuk suatu rangkaian RNA. Biasanya,
metionin awal ini tidak akan terikut dalam protein yang kelak terbentuk karena
dibuang dalam proses pascatranskripsi. Asam amino ini bagi manusia bersifat
esensial.
10. Asam aspartat
Asam
aspartat merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein. Asam aspartat
bersifat asam, dan dapat digolongkan sebagan asam karboksilat. Bagi mamalia
aspartat tidaklah esensial.Fungsinya diketahui sebagai pembangkit
neurotransmisi di otak dan saraf otot.
11. Asparagine
Asparagin
merupakan asam amino pertama yang berhasil diisolasi. Namanya diambil karena
pertama kali diperoleh dari jus asparagus.Asparagin diperlukan oleh sistem
saraf untuk menjaga kesetimbangan dan dalam transformasi asam amino. Ia juga
berperan dalam sintesis amonia.
12. Asam glutamat
Asam
glutamat termasuk asam amino yang bermuatan (polar) bersama-sama dengan asam
aspartat. Ini terlihat dari titik isoelektriknya yang rendah yaitu (3, 2) yang menandakan ia sangat mudah menangkap
elektron (bersifat asam menurut Lewis). Asam glutamat dapat diproduksi sendiri
oleh tubuh manusia sehingga tidak tergolong esensial.Ion glutamat merangsang
beberapa tipe saraf yang ada di lidah manusia. Sifat ini dimanfaatkan dalam
industri penyedap. Hal ini dimanfaatkan untuk membuat MSG.
13. Glutamin
Glutamin
adalah satu dari 20 asam amino yang memiliki kode pada kode genetik standar.
Rantai sampingnya adalah suatu amida. Glutamina dibuat dengan mengganti rantai
samping hidroksil asam glutamat dengan gugus fungsional amina. Glutamina
merupakan bagian penting dari asimilasi nitrogen yang berlangsung pada
tumbuhan. Amonia yang diserap tumbuhan atau hasil reduksi nitrit diikat oleh
asam glutamat menjadi glutamina dengan bantuan enzim glutamin sintetase atau
GS. Glutamin merupakan asam amino non esensial
14. Arginin
15. Lisin
Lisin
merupakan asam amino penyusun protein yang dalam pelarut air bersifat basa,
seperti juga histidin. Lisin tergolong esensial bagi manusia Lisin menjadi kerangka bagi niasin (vitamin
B1). Lisin juga dilibatkan dalam pengobatan terhadap penyakit herpes.
16. Histidin
Histidina
merupakan satu dari 20 asam amino dasar yang ada dalam protein. Bagi manusia
histidina merupakan asam amino yang esensial bagi anak-anak. Fungsi Histidina
menjadi prekursor histamin, suatu amina yang berperan dalam sistem saraf, dan
karnosin, suatu asam amino.
17. Fenilalanin
Fenilalanin adalah suatu asam amino penting
dan banyak terdapat pada makanan, yang bersama-sama dengan asam amino tirosin
dan triptofan merupakan kelompok asam amino aromatik yang memiliki cincin
benzena.Fenilalanina bersama-sama dengan taurin dan triptofan merupakan senyawa
yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampai pesan (neurotransmitter) pada sistem
saraf otak.Dalam keadaan normal, fenilalanina diubah menjadi tirosin dan
dibuang dari tubuh.
18. Tirosin
Tirosin
merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein. Ia memiliki satu gugus
fenol (fenil dengan satu tambahan gugus hidroksil). Bentuk yang umum adalah
L-tirosin (S-tirosin), yang juga ditemukan dalam tiga isomer struktur: para,
meta, dan orto.Pembentukan tirosina menggunakan bahan baku fenilalanin oleh
enzim Phe-hidroksilase. Enzim ini hanya membuat para-tirosin. Dua isomer yang
lain terbentuk apabila terjadi “serangan” dari radikal bebas pada kondisi
oksidatif tinggi (keadaan stress). tirosina memiliki peran kunci dalam
pengaktifan beberapa enzim tertentu melalui proses fosforilasi (membentuk
fosfotirosina). Bagi manusia, tirosin merupakan prekursor hormon tiroksin dan
triiodotironin yang dibentuk di kelenjar tiroid, pigmen kulit melanin, dan
dopamin, norepinefrin dan epinefrin.Tirosin tidak bersifat esensial bagi
manusia. Oleh enzim tirosinahidroksilase, tirosin diubah menjadi DOPA yang
merupakan bagian dari manajemen terhadap penyakit Parkinson.
19. Triptofan
Triptofan
merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein yang bersifat esensial bagi
manusia. Bentuk yang umum pada mamalia adalah, seperti asam amino lainnya,
L-triptofan. Meskipun demikian D-triptofan ditemukan pula di alam (contohnya
adalah pada bisa ular laut kontrifan).Gugus fungsional yang dimiliki triptofan,
indol, tidak dimiliki asam-asam amino dasar lainnya. Akibatnya, triptofan
menjadi prekursor banyak senyawa biologis penting yang tersusun dalam kerangka
indol. Triptofan adalah prekursor melatonin (hormon perangsang tidur),
serotonin (suatu transmiter pada sistem saraf) dan niasin (suatu vitamin).
20. Prolin
Prolin
merupakan satu-satunya asam amino dasar yang memiliki dua gugus samping yang
terikat satu-sama lain (gugus amino melepaskan satu atom H untuk berikatan
dengan gugus sisa). Akibat strukturnya ini, prolinahanya memiliki gugus amina
sekunder (-NH-). Fungsi terpenting prolin tentunya adalah sebagai komponen protein.
Sel tumbuh-tumbuhan tertentu yang terpapar kondisi lingkungan yang kurang cocok
(misalnya kekeringan) akan menghasilkan prolin untuk menjaga keseimbangan
osmotik sel. Prolin dibuat dari asam L-glutamat dengan prekursor suatu asam
imino. Prolin bukan merupakan asam amino esensial bagi manusia.( su.jazz.openfun.org,
-)
Klasifikasi
asam amino dapat dilakukan berdasarkan rantai samping (gugus –R) dan sifat
kelarutannya didalam air. Berdasarkan kelarutan didalam air dibagi atas asam
amino hidrofobik( tidak senang dengan air terdapat di dalam sel) dan hidrofilik
( senang dengan air. Berdasarkan rantai sampingnya dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
- Dengan rantai samping alifatik (asam amino non polar
atau tidak senang denga air) yaitu Glisin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin.
- Dengan rantai samping yang mengandung gugus hidroksil
(OH), (asam amino polar) yaitu Serin, Treonin, Tirosin.
- Dengan rantai samping yang mengandung atom sulfur
(asam amino polar) yaitu Sistein dan metionin.
- Dengan rantai samping yang mengandung gugus asam
atau amidanya(gugus R bermuatan negative) yaitu Asam aspartat, Aspargin, Asam
glutamate, Glutamin.
- Dengan rantai samping yang mengandung gugus basa
(gugus R bermuatan positif): Arginin, lisin, Histidin
- Yang mengandung cincin aromatic : Histidin,
Fenilalanin, Tirosin, Triptofan. (rgmaisyah.wordpress.com, 2008)
DAFTAR PUSTAKA
Purba, michael. 2007. kimia. Jakarta: erlangga
www. Wikipedia.org,
2010. asam amin. Diakses 11 Oktober 2010 jam 22.00
www.idonbiu.com, 2009. asam amino dan
strukturnya. Diakses 11 Oktober 2010 jam 22.00
rgmaisyah.wordpress.com,
2008. asam amino. Diakses 11 Oktober 2010 jam 22.00
http://su.jazz.openfun.org .
Sifat-sifat asam amino. Diakses 11 Oktober 2010 jam 22.00

0 komentar:
Posting Komentar